Tentang perubahan
Saya merindukan sebuah perubahan, dari yang kurang sempurna menjadi sempurna … atau dari yang tidak baik menjadi baik. Tapi ternyata setiap perubahan yang terjadi sedikit banyaknya telah menimbulkan istilah “pengorbanan”.
Tahun baru yang telah saya jalani lebih dari sebulan ini mestinya menjadi awal yang baik untuk 11 bulan ke depannya, sayang sekali itu masih jauh dari harapan saya. Pertanyaannya adalah kenapa ini bisa terjadi????
Banyak hal yang menjadi sebab, diantaranya adalah ketidak profesionalnya segelintir orang … budaya menerima apa adanya tanpa mau berpikir positif dan lebih maju lagi … serta terbiasa menikmati hal-hal yang serba enak tanpa bersusah payah mengeluarkan tenaga atau pikiran tapi pendapatan tidak mengalami masalah bahkan semakin makmur.
Saya sering tertegun memandangi manusia-manusia yang harus banting tulang memeras keringat demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sementara banyak lagi mereka-mereka yang duduk santai diruangan ber-AC namun mendapatkan gaji yang begitu fantastis disertai dengan berbagai fasilitas.
Ah … barangkali itu karena memang sudah nasib mereka, yang harus banting tulang itu mungkin pendidikan tidaklah setinggi para pejabat. Sementara yang pejabat lupa bahwa dunia ini merupakan roda yang selalu berputar.
Suatu hari, seorang kawan penah bercerita tentang sepasang suami istri yang baru saja menikah setelah lulus kuliah di pulau Jawa sana, pasangan muda tersebut nekat mengadu nasib ke pulau Kalimantan ini karena mungkin disini lebih menjanjikan daripada disana, duno …
Pekerjaan mereka bukanlah duduk diruangan ber-AC, atau menjadi karyawan pada perusahan, atau juga menjadi PNS … tetapi mereka merintis usaha dari nol dengan berjualan krupuk goreng yang perbungkusnya Rp 500,-. berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan sepeda berboncengan.
Kawan saya tersebut terus bercerita, sementara saya tiba-tiba menjadi kagum dengan cerita kawan tersebut, ternyata masih ada orang yang mau berusaha dengan keringat sendiri untuk hidup.. mandiri malah. Ntahlah waktu menuntut ilmu di bangku kuliah dulu mereka mengambil disiplin ilmu apa, he he …
Saya juga jadi teringat dengan kasus ” orang titipan” pada berbagai elemen pemerintahan … tidak terkecuali perusahaan swasta sekalipun. Seandainya saja menjadi orang titipan itu bisa membuat keadaan menjadi lebih baik, atau kecerdasan bangsa meningkat … mungkin bagus untuk dilestarikan. Namun yang terjadi kadang sebaliknya, timbul masalah baru ditempat yang semestinya dia tidak berada.
Bisa dibayangkan, jika orang yang bukan ahlinya tiba-tiba harus memegang kendali … sementara disisi lain tidak ada niat untuk menjadi maju dari dalam dirinya sendiri, apa tidak akan hancur nantinya? Tidakkah itu justru akan membuat orang lain menjadi korban?????
Barangkali, mengadakan perubahan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi kalau sudah menyangkut hak hidup dan lain-lain. Sangat perlu kebijakan yang tidak merugikan siapa-siapa, tapi adakah yang merasa tidak dirugikan??????
Mungkin, kesadaran diri sendiri menjadi kuncinya … kalau memang perubahan tidak bisa dihindari, alangkah baiknya menyiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan. Naib banget rasanya jika perubahan ditanggapi dengan rasa tidak suka dan tidak terima dan rasa takut yang tidak beralasan.
Ehmmmmm … sudahlah, cukup dulu … postingan ini saya buat untuk diri sendiri sekalian update blog lagi, semoga saja perubahan yang terjadi membawa kebaikan dan menjadi lebih efesien dan berkualitas.
Saya sangat yakin dan percaya bahwa manusia diberi akal dan pemikiran oleh Allah supaya bisa menjadi mulia dimuka bumi ini, dan bisa menyiapkan bekal untuk kehidupan kelak di akhirat. Jadi … berlomba-lombalah dalam kebaikan …









benar sekali, banyak orang seberang pulau mengadu nasib kesini dan berhasil.
ttg orang titipan. itu sangat berbahaya(kalau salah menempatkan) kata salah seorang teman,kadang masuk kerja kadang tidak, gaji sebulan di bayar full…sungguh sangat memalukan… sangat beda sekali dengan orang yang pertama.
semoga tidak menjadi orang titipan.
dan tidak masuk kedalam (sini:
http://www.facebook.com/home.php?#!/note.php?note_id=252882501394
Akhirnya Perubahan itu menjadi suatu pilihan. Salam kenal mba yang cantik
Persaingan di Jawa makin ketat, apa salahnya mencari peruntungan di Kalimantan yang kaya-raya. Ya, gak fren. Saya juga mau hijrah kesini kalau ada peluang….
Salam
Sip, betul itu. Tapi untuk bisa benar-benar berubah harus secara bertahap.
Sebenarnya, yang namanya koneksi itu bisa dijadikan salah satu penunjang karir. Tapi tentu saja, kita harus menjadi SDM yang benar dan profesional dulu. Tapi kalau yang dititipkan sejenis alay lebay, ya ndak boleh, seharusnya…
Perubahan memerlukan pengorbanan..iyakan..dan memerlukan kemauan untuk merubahnya..!
Kalau masalah titipan..hmm…sepertinya masih susah dihilangkan..kadang karir ditentukan oleh garis tangan dan campur tangan,,he,,,he,,! Makanya kalau mau jangan banyak nyuci ntar garis tangan terputus…! (bercanda,,)
Salam Takzim
Selamat siang dulu ya, maklum baru melek nih
Salam Takzim Batavusqu
Yap SDM di Indonesia masih jauh dari kata rapi.
yang pinter gini malah suruh pegang posisi gitu.
yang pinter gitu malah suruh pegang pisisi gini.
kapan majunya.. ck ck ck.
Tiap perubahan setidaknya bisa jadi pembelajaran untk ke depannya.
Tapi banyak pula, anggapan perubahan sebagai kambing hitam…
Salam kenal dari Niesya, mbak…
Kita semua pasti menginginkan suatu perubahan. Tentu sebuah perubahan yang baik dan meningkat dalam hal apa saja.
blog nya bagus,.
halo… permisi numpang promo ^^!
demo song Rakuen bisa diunduh di 4shared.com
critics are welcome
Ayo semangat lagi nge-blog, apalagi jalan jalan pagi udah ketemu konten berharga seperti konten sobat yang ini, sobat… saya undang untuk follow-followan, semoga undangan ini bersambut baik
Sebuah perubaha yang diharapkan oleh banyak orang
mungkin orang yg sudah bersusah payah itu, ingin juga menikmati fasilitas, bagaimana jika bertukar tempat? yah… setidaknya begitulah perasaan, selalu ada ketidak puasan dari segi apapun, setidaknya bersyukur itu lebih baik adanya.